HOT NEWS !!

Education_cartoonJakarta 2/5/2011 Komitmen Pemprov DKI terhadap dunia pendidikan tercermin dari alokasi anggaran yang selalu melebihi ketentuan pemerintah pusat sebesar 20 persen. Bahkan, pada 2011 saja Pemprov DKI telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,54 triliun atau 26,7 persen untuk sektor pendidikan. Pemprov DKI sadar betul, dengan tingginya alokasi anggaran pendidikan diharapkan akan semakin banyak rakyat yang terberdayakan dan menjadi sarana paling efektif dalam memerangi kemiskinan di ibu kota.

Besarnya alokasi anggaran di sektor pendidikan setiap tahun, secara langsung telah mendorong tingginya kesadaran masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Ini tercermin dari angka partisipasi sekolah yang terus mengalami peningkatan di DKI Jakarta, di mana untuk kategori usia 7-12 tahun dari 90,26 persen angka partisipasi sekolah (2008/2009) meningkat menjadi 95,13 persen (2009/2010). Usia 13-15 tahun dari 62,17 persen (2008/2009) naik jadi 74,61 persen (2009/2010), dan usia 16-18 tahun dari 57,51 persen (2008/2009) naik menjadi 57,52 persen (2009/2010).

 



Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengaku puas dengan kondisi pendidikan di DKI Jakarta. Menurutnya, pendidikan sebagai sarana paling efektif dalam memerangi kemiskinan di ibu kota. “Di Jakarta, banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu kini tingkat pendidikannya sudah lebih tinggi di banding orangtuanya,” tuturnya usai menjadi inspektur upacara peringatan, Hari Pendidikan Nasional 2011 di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/5).

Menurutnya, pendidikan adalah pilar utama dalam menghadapi tantangan global, di samping juga penting untuk memperkuat jati diri, identitas dan karakter bangsa. Pembangunan pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya menjadi penting dan mutlak untuk dilakukan. Namun, karakter yang ingin dibangun bukan hanya karakter berbasis kemuliaan diri semata, akan tetapi secara bersamaan membangun karakter kemuliaan sebagai bangsa. 

"Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya kesantunan, tetapi secara bersamaan kita bangun karakter yang mampu menumbuhkan semangat intelektual sebagai modal untuk membangun kreativitas dan daya inovasi. Itu harus kita mulai dengan memberikan perhatian khusus pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Merekalah, nantinya yang akan melanjutkan pembangunan bangsa dan negara," tegasnya. 

Terkait merebaknya ideologi Negara Islam Indonesia (NII) yang menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa, Fauzi Bowo meminta jajarannya untuk lebih meningkatkan kewaspadaan hingga ke tingkat RT. Ia pun mengimbau, agar para kepala sekolah, guru, rektor dan para dosen harus memberi perhatian lebih pada anak didiknya dengan memberikan pendidikan berbasis kasih sayang. “Perhatian itu akan memberi ruang bagi perilaku positif, sehingga meminimalisir perilaku destruktif. Selain itu, saya sudah instruksikan hingga ke tingkat RT untuk lebih waspada dengan keamanan dan ketertiban di wilayah mereka,” katanya. 

Kepala Dinas Pendidikan DKI, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan untuk mempersempit ruang gerak NII di sekolah-sekolah, guru dan staf harus lebih aktif melakukan pengawasan. “Segala aktivitas di dalam ruangan sebisa mungkin dipantau. Aktivitas tersebut termasuk kegiatan diskusi yang hanya mengundang pihak-pihak tertentu," tandasnya.

Sumber: Berita Jakarta

 
Waktu
Pengunjungku
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday93
mod_vvisit_counterYesterday178
mod_vvisit_counterThis week968
mod_vvisit_counterThis month6516
mod_vvisit_counterAll1253549
Franchise Corner
Who's Online
We have 38 guests online
Facebook

menyukai

Info TEKNOS Genius Pusat